WELCOME TO MY BLOG

Welcome to My World

Sabtu, 29 September 2012

Benci jadi Cinta



Hai, namaku Cinta. Aku pindahan dari Semarang, sekarang aku tinggal di Jakarta bersama kedua orangtuaku. Dibanding Jakarta, sebenarnya aku lebih betah berada di Semarang. Tetapi karena tuntutan pekerjaan ayah, aku dan ibu terpaksa ikut ayah tinggal di Jakarta.
Hari ini kami harus segera berangkat ke Jakarta, karena besok aku dan Ayah mulai beraktifitas. Setelah lama menunggu, akhirnya kami sampai di Jakarta. Ternyata bos Ayah menyuruh salah satu karyawannya agar menjemput kami di Bandara.
Sampailah kami di sebuah rumah yang bergaya minimalis berlantai dua, memiliki pagar hitam dan sebuah taman mini yang indah, terawat dan sejuk. Terlebih lagi rumah itu berdominan dengan warna putih dan hitam yang merupakan warna kesukaan ku.  Ayah langsung menyuruh kami
masuk ke dalam rumah tersebut. Aku masih terkagum-kagum melihat rumah yang berdiri tegak di hadapanku itu, takhenti-hentinya aku tersenyum. Tak sabar rsanya, aku ingin segera masuk ke dalamnya, ujarku di dalam hati.
Ayah lebih memilih tinggal di komplek, dari pada tinggal pada daerah rumah biasa. Mungkin Ayah tidak mau kejadian dulu terjadi lagi. Dulu rumah kami pernah menjadi sasaran maling. Menurutku lingkungan di sini tergolong tenang, jauh dari kendaraan yang lalu lalang, udara di sini juga terasa segar, apalagi masyarakat di sini senang menanam tumbuhan hijau.
Di sini tersedia banyak fasilitas seperti kolam renang gratis untuk seluruh warga komplek, ada juga tempat olahraga atau fitness center.
Untungnya, komplek ini letaknya dekat dengan kantor Ayah dan sekolahku yang baru.
Sekarang aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Kalau bahas masalah sekolah aku jadi sedih, karena aku harus meninggalkan teman-temanku di Semarang.
Setelah lama berkeliling memandangi setiap sudut rumah baruku, tiba-tiba Ibu datang dan ia mengajakku melihat kamar baruku.
Sewaktu Ibu mengajakku ke kamar, Ayah lebih memilih untuk merapikan barang-barang bawaan yang masih ada di garasi mobil. Sebenarnya barang bawaan kami tidak terlalu banyak, karena di sini sudah tersedia di rumah ini. Tapi mobil Ayah penuh dengan kotak yang berisi koleksi buku-bukuku, semua buku aku bawa dari mulai komik, buku pelajaran, novel, kamus dan majalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar