Hari beranjak malam,
semua kerabat sudah datang. Ya aku sangka siapa yang Ibu dan Ayah undang,
ternyata teman arisan Ibu dan teman-teman Ayah. Beberapa tetangga pun ternyata
Ibu undang.
Aku langsung ke dapur,
nyiapin minuman. Setelah selesai mengaji, kami semua makan malam bersama.
Aku melihat Ibu sedang
mengobrol dengan seseorang, Ibu pun memanggilku dan mengajakku bergabung dengan
mereka. Aku pun menghampiri mereka. Ibu mengenalkanku kepada orang itu yang
ternyata tetangga baru kami.
“Mba, kenalan dulu. Ini anak saya, namanya Cinta.
Cinta kenalin ini tante Shinta tetangga baru kita.” seru Ibu mengenalkanku. Dan
aku pun segera menyalami tante Shinta.
“Wah, anakmu ini cantik sekali ya.” Puji tante
Shinta.
“Ah, tante bisa aja. Tante tinggal dimana?” seru ku
malu.
“Di sebelah rumah kamu, itu loh di rumah yang
nomornya 17.” Tante Shinta menjawab dengan lembut.
Seketika mendengar perkataan tante Shinta, aku
tersentak kaget!!
Hah?!?!? Ternyata tante Shinta nyokapnya cowok belagu itu. Kok bisa
sih? Nyokapnya ramah banget, ngga kayak anaknya yang belagu abis!,
seru ku di dalam hati.
“Cinta, tadi pagi kamu berantem ya sama Randy?”
tanya tante Shinta pada Cinta.
Oh ternyata cowok belagu itu namanya Randy. Bagus sih, tapi ngga
persis kaya sifat aslinya!!
“Cinta?” tante Shinta memanggil Cinta.
“E..eh.. iya, Tante?” tanyaku polos.
“Kamu kenapa?” tanya Tante Shinta.
“Em, aku engga apa-apa ko tante” jawab ku sambil
tersenyum.
Aku
pun pergi dan langsung masuk ke dalam kamar.
#Keesokkan harinya#
Esok harinya. Ini
waktunya aku masuk ke sekolah ku yang baru. Saat aku hendak berangkat sekolah,
mobil cowok itu lewat di depan mobil Ayah.
“Ih, udah seneng malah kesel lagi gara-gara cowok
itu” gerutu ku dalam hati.
“Cowok itu keren banget ya, Nta. Mobil Ayah aja
kalah. Apa kamu ngga suka atau naksir dia gitu?” Ayah meledek ku.
“Ih, Ayah. Apaan sih, cowok kayak gitu sih banyak.”
seru ku dengan nada kesal.
Akhirnya, aku sampai
di sekolah baru ku. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan teman-teman baru ku,
seru ku di dalam hati.
Sambil senyum-senyum,
aku menuju ruang KepSek. Aku pun diantar menuju kelas ku oleh seorang guru
sekaligus wali kelas baru ku. Saat aku masuk ke kelas, aku tersentak kaget
dengan keberadaan cowok yang ngga lain lagi adalah tetangga baru ku.
Ih apaan lagi nih. Kok gue bisa sih satu sekolah sama dia, satu kelas
lagi. Duuhh bencana banget. Di rumah gue sebelahan sama cowok itu. Ini di sekolah,
masa gue harus satu kelas sama dia. Sial banget sih nasib gue,
gerutu ku di dalam hati.
Aku pun dipersilahkan
memperkenalkan diri.
“Hai semuanya. Nama gue Cinta Adelia, gue pindahan
dari Semarang. Salam kenal ya!” seru ku dengan senyum yang mengembang.
Aku tak menyangka,
ternyata mereka semua ramah. Dugaan ku pun salah kalau anak Jakarta itu belagu
dan sombong, ya terkecuali cowok yang duduk di pojok sana, yang ngga lain
adalah tetangga ku.
Waktunya istirahat,
aku dapat teman baru namanya Tyas. Dia anaknya cantik, baik dan katanya sih dia
itu salah satu cewek populer di sekolah ini. Tapi dia ngga sombong kayak cowok
belagu itu. Kami pun pergi ke kantin, sambil makan kami mengobrol. Ternyata dia
itu anaknya seru. Papanya kerja sebagai direktur di salah satu hotel ternama di
Jakarta. Mamanya juga punya usaha butik di daerah Kemang, Jakarta. Udah ngga
aneh deh kalau penampilan dia modern dan trendy gitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar